Tercium Aroma Dugaan Mark-Up Anggaran Dana Bos SMKN 1 TELUK KUANTAN ‎

Uncategorized18 Dilihat

Kuantan Singingi – (KIM) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMKN 1 TELUK KUANTAN dari tahun 2025 Tahap 1 Dan 2 sebesar Rp 1.499.200.000,. diduga dikorupsi dengan modus Mark-Up Anggaran belanja di beberapa Komponen.

‎Walaupun pemerintah memberikan pengawasan yang ketat, akan tetapi bukanlah hal yang sulit bagi mereka oknum kuasa pengguna yang doyan korupsi untuk tetap bisa melancarkan aksinya, dengan melibatkan beberapa oknum stafnya.

‎Seperti yang terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NEGERI 1 TELUK KUANTAN Kabupaten Kuantan Singingi, Prov Riau.

‎Menurut informasi data yang dapat dipercaya, ada beberapa komponen, diduga anggaranya tidak diyakini kebenarannya yaitu.

‎Tahap 1: Rp 749.600.000

‎a. kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 4.630.000

‎b. pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 22.580.000

‎c. pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 31.159.300

‎d. penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama

‎Rp 164.350.200

‎e. pembayaran honor Rp 275.000.000

‎Tahap 2: Rp 749.600.000

‎a. pengembangan perpustakaan Rp 186.760.000

‎b. kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 20.855.000

‎c. pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 55.945.033

‎d. pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 151.138.700

‎e. penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama

‎Rp 99.404.000

‎f. pembayaran honor Rp 12.500.000

‎Komponen tersebut diduga hanya modus Oknum kepala sekolah dan beberapa stafnya, untuk mengelabui pemerintah dan masyarakat khususnya wali murid, agar mendapatkan keuntungan besar guna memperkaya diri.

‎Pada saat di konfirmasi kepala sekolah SMKN 1 TELUK KUANTAN Hurdisman melalui telepon/pesan WhatsApp (baru-baru ini) tidak memberikan jawaban/tanggapan apapun.

‎Sampai berita ini di naikkan belum ada komentar apapun dari pihak sekolah.

‎(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *