Telan Anggaran Hingga Rp. 62 Milyar, Masyarakat Harapkan Pembangunan Jalan Bumi Jawa – Tanjung Kesuma Berkwalitas dan Maksimal

Uncategorized39 Dilihat

Lampung Timur – (KIM New) – Pembangunan ruas jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma mulai dikerjakan. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp 62 miliar tersebut diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, Kamis (20/08/2026).

Namun, sejak pekerjaan mulai berjalan, muncul sorotan terkait keterbukaan informasi dan pengawasan di lapangan.

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pekerjaan sudah mulai dilakukan oleh para pekerja. Namun, papan informasi proyek maupun informasi terkait unsur pengawasan belum terlihat jelas di lokasi pekerjaan.

Dalam pantauan di lokasi, proses pekerjaan pada tahap pemadatan lapisan base mulai dilakukan. Namun, pada saat proses tersebut berlangsung, tidak terlihat aktivitas penyiraman di sekitar area yang sedang dilakukan pemadatan. Kondisi itu menjadi perhatian karena proses pemadatan merupakan salah satu tahapan penting dalam menentukan kualitas konstruksi jalan.

Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat serta-merta disimpulkan sebagai pelanggaran terhadap spesifikasi teknis. Untuk memastikan apakah seluruh tahapan pekerjaan telah sesuai metode dan ketentuan teknis, diperlukan penjelasan dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena proyek yang menggunakan anggaran puluhan miliar rupiah semestinya sejak awal mengedepankan transparansi kepada masyarakat lokak khususnya.

Masyarakat tentu berhak mengetahui informasi dasar terkait pekerjaan tersebut, mulai dari sumber dan nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, konsultan pengawas, volume pekerjaan hingga jangka waktu pelaksanaan.

Apalagi, pembangunan jalan bukan hanya persoalan mengejar target penyelesaian. Dengan anggaran sekitar Rp 62 miliar, kualitas pekerjaan menjadi hal yang patut mendapat perhatian serius sejak hari pertama.

Jika sejak awal pengawasan tidak terlihat jelas, pertanyaan publik tentu wajar muncul: siapa yang memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan setiap rupiah anggaran menghasilkan kualitas sebagaimana yang direncanakan?

Masyarakat berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Papan informasi proyek perlu dipasang secara jelas dan mudah dilihat masyarakat, sementara keberadaan pengawas di lapangan juga penting untuk memastikan proses pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

Pengawasan tidak seharusnya baru menjadi perhatian ketika pekerjaan telah selesai atau ketika muncul kerusakan. Pengawasan justru harus dimulai sejak tahap awal, ketika material dan proses konstruksi mulai dikerjakan.

Masyarakat pun menyatakan siap ikut melakukan kontrol sosial terhadap pembangunan tersebut.

Bukan untuk menghambat pekerjaan, melainkan memastikan pembangunan yang dibiayai dengan anggaran besar benar-benar memberikan hasil terbaik.

Terlebih, ruas Bumi Jawa–Tanjung Kesuma merupakan akses penting bagi masyarakat. Jalan tersebut diharapkan tidak hanya bagus ketika baru selesai, tetapi mampu bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Rp 62 miliar bukan angka kecil. Karena itu, transparansi, pengawasan dan kualitas pekerjaan tidak boleh menjadi hal yang dinomorduakan.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *