Kota Dumai – (KIM) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMKN 2 DUMAI tahun 2025 sebesar RP 2.701.858.575 disinyalir syarat penyimpangan, mulai dari jumlah belanja sampai nominal angka pada komponen penyaluran.
Menurut informasi data dana BOS SMKN 2 DUMAI, untuk jumlah belanja pada beberapa komponen yang masih memakai satuan rupiah selama 1 Tahun adalah:
Tahap 1 tahun 2025 sebesar Rp 1.526.020.000
a. pengembangan perpustakaan Rp 191.172.500
b. kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 4.762.500
c. pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 694.500
d. pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 219.981.029
e. penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp 603.289.241
f. pembayaran honor Rp 430.000.000
Tahap 2 tahun 2025 sebesar Rp 1.175.838.575
a. pengembangan perpustakaan Rp 114.081.500
b. kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 27.767.500
c. pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 32.069.370
d. pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 151.557.780
e. penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp 141.543.295
f. pembayaran honor Rp 142.500.000
Untuk realisasi pada beberapa komponen yang dianggarkan oleh SMKN 2 DUMAI, hanya disinyalir modus oknum kuasa pengguna anggaran bersama beberapa stafnya.
Pada saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp Tanggal 21 April 2026, Kepala SMKN 2 DUMAI Zulkarnaen Nasution membalas pesan, “Wa’alaykumussalam terimakasih sdh konfirmasi terkait penggunaan dana BOS SMKN 2 thn 2025, menurut kami telah dilaksanakan sesuai pedoman penggunaan BOS tahun 2025, namun demikian akan kami konfirmasi kembali kesesuaian peruntukan dan laporan yg tlh dilksankn tim manajemen sekolh”
Kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas terkait agar segera menindaklanjuti dugaan penyimpangan dana bos yang terjadi di SMKN 2 DUMAI, agar nantinya virus serupa tidak menyebar ke sekolah lain.
(Tim)








