Minimnya Sosialisasi SPMB Di Lampung Disebut Jadi Penyebab Utama Kegaduhan ‎

Uncategorized12 Dilihat

Lampung – (KIM) – Minim Nya Sosialisasi SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) SMA Unggulan Tahun Ajaran 2026/2027 Kepada Calon Siswa Ataupun Wali murid Menjadi Salah Satu Penyebab Utama Muncul Nya Kegaduhan Yang Terjadi Di SMAN 1 Terbanggi Besar Dan SMAN 1 Kota Gajah.

‎Pimpinan MediaReformasiIndonesia.com, Dedy Afery Yansyah Mengatakan Bahwa Banyak Masyarakat (Wali Murid) Tidak Memahami Perubahan Mekanisme Dari Sistem Zonasi Berbasis Jarak Menjadi Sistem Domisili Berbaris Perhitungan Nilai Tes.

‎Kondisi Ini Diperburuk Oleh Minim Nya Informasi Yang Diberikan Kepada Publik Sejak Awal, Dan Banyak Nya Kendala Pada Tes Pontesi Akademik (TPA) Yang Merugikan Calon Siswa.

‎”Banyak Masyarakat Yang Tidak Tahu Tentang Juknis SPMB Tahun 2026 Dan Banyak Nya Kendala Pada Tes Potensi Akademik (TPA) Menjadi Penyebab Utama Muncul Nya Kegaduhan, Walaupun Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Sudah Memberikan Kesempatan Bagi Siswa Yang Mengalami Kendala Pada Tes Potensi Akademik (TPA) Untuk Mengikuti Tes Ulang Banyak Juga Calon Siswa Yang Tidak Mau Karena Mereka Sudah Kecewa Dengan Sistem SPMB Tahun 2026,” Ujar Dedy.

‎Menurut Dedy, Sistem Seleksi Berbasis Nilai Dalam Satu Kawasan Domisili Membuat Banyak Orang Tua Keliru Dalam Memprediksi Peluang Diterima Anak Mereka Di Sekolah Unggulan. Banyak Yang Masih Menganggap Kedekatan Rumah Menjadi Faktor Utama.

‎”Banyak Masyarakat Yang Berpikir Kalau Rumah Nya Dekat Pasti Diterima. Padahal Sekarang Sistemnya Sudah Diubah, Dalam Jalur Domisili Seleksi Pakai Nilai Tes,” Jelas Dedy.

‎Dedy Juga Menyoroti Miskomunikasi Antara Sekolah Dan Masyarakat Akibat Lemah Nya Pemahaman Masyarakat Terhadap Sistem Yang Baru, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Dan Pihak Sekolah Seharusnya Aktif Memberikan Penjelasan Secara Langsung Kepada Publik.‎

‎Ia Menambahkan Bahwa Edukasi Publik Yang Konsisten Sangat Penting Agar Tidak Terjadi Kesalahpahaman Serupa Ditahun Tahun Berikutnya, Terlebih Perubahan Sistem Seleksi Di Sektor Pendidikan Selalu Berdampak Besar Terhadap Kepercayaan Masyarakat.

‎(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *